Buku: Skulduggery Pleasant

Posted on July 15, 2012

0


What will you do if you suddenly meet someone – not someone actually, it’s a skeleton, it’s alive and it’s skeleton – in a bad condition? Well, skeleton, vampire, fairies, magic, and all these things happens in science fiction world. Fiction is a world that I loved. Fiction is something that, I’m not sure how to tell you but, in fiction world you – well if it’s not you at least it’s me – would be able to make something impossible to be possible. I would have some visualization when I read fiction. That’s kinda short movie in head, imagining how parts of the story will runs in a real world, that’s fun and that’s why I love fiction. This is another review of fiction, science fiction and fantasy book that I’ve recently read. As usual, it’s in Bahasa Indonesia. 3 stars out of 5 for Skulduggery Pleasant, great adventure but I couldn’t get my visualization on some partsūüė¶, apart of that I really looking forward to read the 2nd book.

 Skulduggery Pleasant

Penulis: Derek Landy
Alih Bahasa: Yohanes Nursalam, P. Sd.
Bahasa: diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia
Tebal: 280 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2010

Setelah pamannya, Gordon meninggal, Stephanie mendapatkan tidak hanya rumah dari surat wasiat Gordon, tapi juga seorang sahabat yang tidak biasa – karena ia berbentuk kerangka – bernama Skulduggery Pleasant dan petualangan yang mendebarkan dan selalu dinanti Stephanie. Bertemu dalam keadaan yang tak terduga, keduanya memiliki kesamaan, yaitu senang melibatkan diri didalam masalah. Skulduggery adalah sesosok kerangka detektif, Stephanie mendapati orang yang selama ini misterius dimatanya adalah kerangka saat Skulduggery menolongnya dari seorang yang ingin membahayakannya. Orang itu adalah suruhan Nefarian Serpine.

Baik Stephanie dan Skulduggery yakin Gordon mati bukan karena serangan jantung, melainkan dibunuh dengan niat tertentu. Salah satu tersangkanya adalah Nefarian Serpine, seorang penyihir yang kejam. Serpine menginginkan sesuatu. Itu jelas dari orang suruhan Serpine yang kerap kali membahayakan Stephanie dan memaksa Stephanie menyerahkan ‘kunci’. Kunci kemana? Itulah yang menjadi pertanyaan keduanya. Disamping itu, beredar kabar bahwa Serpine menginginkan tongkat tetua yang diyakini hanya dongeng belaka. Kemungkinan kunci itu akan membawa Serpine ke tongkat tetua yang memiliki kekuatan maha dahsyat.

Saat saya membaca bab-bab awal buku ini, saya merasa seperti sedang membaca buku anak-anak yang biasa saya baca, kisahnya berjalan halus dan tenang. Namun tiba-tiba saja ketenangan itu berubah dan saya seperti tersedot masuk kedalam dunia yang sama sekali berbeda. Dunia tempat tinggal Skulduggery Pleasant. Diajak berkeliling oleh Skulduggery Pleasant menemui beberapa sahabatnya dan berpetualang, saya merasa terpesona dan menikmati membaca buku ini.

Sayangnya ada beberapa hal yang mengganggu saya dalam menikmati buku ini. Beberapa karakter dalam buku ini hidup tetapi tidak terlalu hidup. Ini membuat saya agak ragu dengan karakter tertentu. Misalnya Mr. Bliss dan Sagacious Tome, dua karakter ini kurang disentuh pada bagian awal namun memegang peran yang cukup penting dibagian akhir. Selain itu, ada beberapa bagian yang ‘terputus’ dalam penggambaran saya. Bagaimana menyebutnya? Deskripsi yang kurang? Yah, bisa jadi, tapi ini hanya menurut pendapat saya. Saya suka deskripsi, saya suka menggambarkan apa yang saya baca. Memvisualisasikannya, menghidupkannya, menjadikannya nyata. Tapi, ada beberapa bagian dalam buku ini dimana saya tidak bisa dengan jelas menggambarkan apa yang sedang terjadi dan itu membuat saya agak kecewa. Seperti saat menonton DVD dan DVD nya macet parah lalu harus di skip kebagian selanjutnya. Gangguan kecil yang berdampak besar.

Namun demikian, secara keseluruhan buku ini layak dibaca bagi penggemar science fiction. Saya suka cerita Skulduggery Pleasant. Teman saya, Hengky berjanji membawakan buku kedua dan ketiganya. Rasanya sudah tidak sabar untuk membaca buku selanjutnya.

Posted in: Book Review