Buku: Sahaja Cinta oleh Achoey El Haris

Posted on March 20, 2012

0


I bought this novel last year. A minute before I decided to read this novel, I was a little bit confused about the summary, the concept. But in the end I like it, I realized that this book was a real reflection for a situation. Simple but meaningful. I think, the writer wants to communicate the real “Good things come to those who wait” in such a beautiful words. I mark it as 4 stars out of 5 on goodreads.com and I recommended this book for those who love reads poetry, why? You’ll find many beautiful words plus kind a motivation sentences on this book.

Sahaja Cinta

Penulis: Achoey El Haris
Bahasa: Indonesia
Tebal: 198 halaman
Penerbit: LeutikaPrio
Paperback, Cetakan I, April 2011

Ali Ikhsan Zatnika, adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai guru ekonomi disebuah SMA di Bogor yang disegani oleh orang-orang disekitarnya. Bukan karena sifat sangarnya, melainkan tutur dan prilakunya yang lembut serta wibawanya. Ali dikenal sebagai sosok pendidik yang ramah dan selalu bisa membangkitkan semangat orang-orang disekitarnya. Rasanya hampir semua orang yang berada disekitar Ali mengaguminya. Namun hal itu berubah seketika begitu sebuah kabar berhembus di masyarakat. Sebuah kabar yang mengejutkan semua kalangan dan sontak mengubah kehidupan Ali.

Ia difitnah telah menghamili calon istrinya, Ana, yang meninggal karena kecelakaan mobil. Seketika itu kehidupannya berubah. Ali dipecat dari sekolah tempat ia mengajar, rasa sedih menghujaninya akibat penilaian sebelah mata dari berbagai pihak, terlebih ayahnya yang kecewa dan seolah tidak percaya dengan Ali. Hanya beberapa orang yang masih mempercayai Ali, diantaranya adalah Ratih, sepupu Ana. Ratih percaya bahwa Ali, seorang yang memuliakan perempuan itu tidak mungkin berbuat demikian. Meski Ratih menyangsikan semua tuduhan yang ada, Ratih tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki bukti yang mendukung pernyataannya.

Beruntung Ali bukanlah orang yang terus menerus berada didalam keterpurukan, meski mengalami kesulitan akibat fitnah yang tersebar luas itu, namun Ali tidak patah semangat. Hingga suatu ketika Ali diterima kembali mengajar di SD Sahaja, sebuah sekolah dasar kecil dengan fasilitas minim. Meskipun demikian, Ali yakin minimnya fasilitas tidak lantas membuat sekolah itu minim prestasi. Kehidupan baru dimulai Ali, semangat baru jelas dijalinnya di SD Sahaja. Pada kehidupan barunya ini pula lah ia mulai dekat dengan seorang wanita muda berparas ayu, Nisa Salsabila. Kehadiran Nisa mampu membuat hati Ali bergetar dan salah tingkah. Disamping Nisa, masih ada Ratih yang dengan niatan baiknya membantu Ali mencari tahu yang sesungguhnya terjadi.

Good things come to those who wait” adalah hal pertama yang terlintas dalam pikiranku ketika aku menutup halaman terakhir novel ini. Ali, karakter utama dalam novel agaknya membenarkan pernyataan itu. Bahwa Allah tidaklah buta, Beliau akan menunjukkan jalan yang sesungguhnya. Selain itu masih banyak pesan-pesan singkat namun kaya arti yang disisipkan didalam novel dengan rangkaian kata-kata yang indah ini, tidak heran mengapa novel ini disebut novel motivasi. Ya, membacanya dapat membuat kita terlena dengan pemilihan kata penulis, dimana entah bagaimana penulis menyihir kata-kata dalam novel ini menyerupai sebuah puisi panjang yang sayang untuk dilewatkan. Penulis berhasil menghidupkan tokoh-tokoh didalam novelnya. Sering kali aku mendapati diriku ikut sedih dan senang mana kala membacanya. Sayang, beberapa tokoh penting dalam novel ini agaknya kurang ditonjolkan. Seperti sosok Rangga, meski kemunculannya disinggung-singgung sejak awal.

Penulisnya, Achoey El Haris sendiri lahir dan besar di Ciamis. Lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Managemen Universitas Siliwangi ini memiliki segudang aktivitas ditiap harinya, termasuk diantaranya kesibukkannya sebagai blogger. Sebagai blogger yang aktif, beliau memanfaatkan blog sebagai sarana berbagi dan belajar menulis. Selain novel, beliau pun telah menerbitkan beragam kumpulan cerita pendek, kumpulan puisi, serta beragam buku non fiksi yang digarapnya baik sendiri maupun bersama dengan rekan-rekannya. Sahaja Cinta merupakan novel sekaligus ‘solo project’ nya yang pertama yang diterbitkan April 2011 lalu.

Posted in: Book Review