Buku: Fate – Saat Nasib Mempertemukan Kita oleh Orizuka

Posted on March 15, 2012

0


Book review again! This time I want to review a novel from one of my favorite writers, Orizuka, she’s an Indonesian novel writer. I like her books, I read her books since she published High School Paradise, but for this novel, I felt something unusual, it’s more likely didn’t match to me or something like that. But I still like and enjoy read this novel. As a reader I know there’s a lot of progression in her writing style. I like her writing style of the character’s conversation, it’s like I heard them on the real life. I mark it as 3 out of 5 stars in goodreads.com, and I really recommended it to everyone who likes Korean drama, because this book remembering me a lot of Korean drama.

Fate – Saat Nasib Mempertemukan Kita

Penulis: Orizuka
Editor: Agatha Tristanti
Bahasa: Indonesia
Tebal: 293 halaman
Penerbit: Authorized Books
Paperback, Cetakan I, 2010

Setelah berpisah bertahun-tahun lamanya, kakak-beradik Jang Min Ho dan Jang Min Hwan dipertemukan kembali dalam suatu bingkai kisah yang teramat memilukan. Surat wasiat atas kepergian ayah mereka, Jang Dae Gwan, untuk selama-lamanya lah yang memanggil Min Hwan kembali ke Indonesia. Keduanya harus mengikuti persyaratan yang diberikan mendiang ayah mereka untuk mendapatkan warisan. Tapi tentu saja tidak mudah bagi keduanya memenuhi serangkaian persyaratan yang diberikan oleh ayahnya. Terlebih dengan perbedaan status mereka yang dirasa begitu terlihat oleh Min Hwan serta kekerasan hatinya. Perselisihan lantas kerap kali ditebar Min Hwan

Min Ho, merupakan putra pertama keluarga Jang yang berasal dari istri sah Jang Dae Gwan. Ia mewarisi hampir seluruh sifat ayahnya dan hampir sempurna dimata siapapun. Sementara itu, dilain pihak, Min Hwan merupakan putra kedua Jang Dae Gwan yang terlahir dari hubungan gelapnya dengan seorang pekerja seks di Korea. Ia sama sekali tidak mewarisi sifat dan rupa ayahnya, dan Min Hwan tahu itu. Menyadari perbedaan yang begitu terlihat membuat kekerasan hati Min Hwan semakin menjadi. Sebelumnya, ia merasa sakit hati dan dipermainkan dan dilupakan begitu saja oleh ayah dan kakaknya.

Selain kedua kakak-beradik Jang, disebutkan pula peran dan bagian Adena, putri kepala pelayan sekaligus orang kepercayaan Jang Dae Gwan. Adena sendiri adalah teman masa kecil mereka. Melihat kesenggangan diantara keduanya membuat gadis yang dipanggil Dena ini ingin mempersatukan keduanya kembali seperti dahulu. Usahanya membuahkan hasil, keduanya kembali akur. Namun tidak untuk waktu yang lama, tidak lagi, hingga Min Hwan menemukan kenyataan nasibnya.

Orizuka kembali menyuguhkan sebuah novel ringan yang kali ini dibumbui dengan sensasi drama dan dikemasnya dalam 24 bab. Seperti yang telah disebutkan diawal, membaca Fate tentu megingatkan kita kembali dengan cerita-cerita drama korea. Dan seperti hal nya cerita drama pada umumnya, kisah yang dibeberkan didalam novel Fate ini agak rumit, berbelit dan umum, namun memiliki konsep cerita yang cukup jelas. Dengan gaya penulisan serta pemilihan kata yang menarik, Orizuka berhasil menghipnotis pembacanya memasuki kehidupan Min Ho dan Min Hwan secara terus menerus. Tidak hanya bercerita, Fate dapat menjadi teman belajar berbahasa asing yang mengasyikkan. Beberapa kalimat percakapan serta kata-kata yang umum dipergunakan di Korea lengkap dengan artinya tentu saja menghiasi novel ini. Novel ini bisa menjadi novel yang mengasyikan mana kala yang membaca adalah seorang pecinta hal-hal berbau Korea, namun untuk mereka yang tidak terbiasa dengan hal-hal berbau Korea agaknya akan sedikit kebingungan.

Orizuka sendiri terlahir dengan nama asli Okke Rizka Septania di Palembang sekitar 25 tahun lalu. Memulai kariernya sebagai penulis sejak tahun 2005, Orizuka telah menelurkan 14 novel serta 1 novel yang akan terbit akhir Maret 2012 mendatang. Fate, merupakan novel kesebelasnya sekaligus novel pertamanya yang mengangkat Korea sebagai setting-nya. Karya-karyanya selalu menjadi favorit bagi pembaca buku remaja, ia selalu berusaha mengangkat ‘isu’ kedalam bukunya, seperti salah satu bukunya yang berjudul The Truth About Forever. Karya lainnya, Summer Breeze (Puspa Swara, 2006) telah diangkat menjadi film layar lebar dengan judul yang sama di tahun 2008.

Posted in: Book Review