Buku: Incarceron oleh Catherine Fisher

Posted on March 9, 2012

0


Today I finished read 2 books; Incarceron by Catherine Fisher and Rare Beasts (Edgar and Ellen #1) by  Charles Ogden and I’m going to write another book review in Bahasa Indonesia again. Incarceron by Catherine Fisher is a good science-fiction book. It has a clear concept, details and definition which is I liked. I mark it 4 out of 5 stars on goodreads.com. I heard this book will be remake as movie, well if that’s true I can’t wait to watch it, because I want to know what would the prison be like. Anyway, here’s my review, again as usual I’m so sorry for any reviews or poems I can’t write it in English😦

Incarceron (Incarceron #1)

Penulis: Catherine Fisher
Alih Bahasa: Mery Riansyah dan Febri E. S.
Bahasa: diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia
Tebal: 492 halaman
Penerbit: Penerbit Matahati
Paperback, Cetakan I, Agustus 2011

Incarceron adalah sebuah penjara dengan sistem tertutup yang sangat tersembunyi. Tidak ada yang tahu letak Incarceron yang sebenarnya kecuali sang sipir Incarceron. Incarceron sendiri seperti hidup dan memenjarakan makhluk-makhluk didalamnya. Ia mengawasi mereka dengan mata merah yang terdapat di seluruh bagian Incarceron, memperbaiki dan bahkan mendaur ulang makhluk-makhluk didalamnya. Konon katanya, tidak ada seorang pun yang sudah masuk kedalam Incarceron berhasil keluar kecuali satu orang pengembara, Sapphique.

Namun yang diceritakan dalam buku pertama Incarceron ini bukanlah tentang sang pengembara, melainkan seorang tahanan muda bernama Finn. Tidak banyak yang bisa diingat Finn tentang masa lalunya. Yang ia ingat adalah bagian-bagian semenjak ia sadarkan diri dan berada didalam sel dengan mengenakan baju tahanan. Mereka bilang Finn adalah anak sel, ayahnya adalah Incarceron, penjara yang mengurungnya, dan itu menjadikan segalanya terlihat wajar ketika ia berkata ia tidak ingat masa-masa kecilnya. Karena anak sel memang tidak selalu terlahir menjadi seorang bayi. Namun Finn meyakini dirinya bahwa ia berasal dari negri luar penjara, hanya saja ia tidak memiliki apapun untuk membuktikan keyakinannya ini. Sampai suatu ketika ia dan kelompok Comitatus dari kaum Scum-nya menyusun siasat untuk merampas benda-benda kaum Civicry yang lewat. Saat itu ia bertemu dengan seorang Maestra, wanita yang lebih tua darinya yang merupakan anggota kaum Civicry. Maestra berkata bahwa ia pernah melihat elang bermahkota yang menjadi tanda lahir di pergelangan tangan Finn. Elang bermahkota yang menjadi seperti tanda lahirnya itu diyakini sama dengan elang bermahkota pada benda yang Maestra dan kaumnya temukan. Pernyataan Maestra mengantarkan Finn kepada sebuah kunci kristal, sebuah benda yang diyakininya dapat membawanya kedunia luar.

Sementara itu di negri luar Incarceron, Claudia, putri sipir Incarceron harus menghadapi kenyataan pahit bahwa pernikahannya dengan Caspar, putra mahkota kerajaan harus dipercepat. Claudia tidak bisa menolak karena itu sudah menjadi keharusan bagi dirinya. Mengenai perjodohan ini, Claudia awalnya tidak menolak, karena semula ia di jodohkan dengan pangeran lainnya, Giles yang mendadak meninggal dunia. Tapi Claudia tidak lantas percaya dengan semua itu. Kematian Giles yang terkesan mendadak membuatnya merancang rencana untuk menemukan jawaban atas segalanya sekaligus mencari tahu dimana Incarceron berada. Claudia berpikir bahwa dengan menyusup ke ruang kerja ayahnya maka ia akan menemukan keberadaan Incarceron. Namun sayangnya ia tidak mendapatkan apapun disana kecuali sebuah kunci kristal dengan ukiran rumit serta elang bermahkota yang kemudian membuatnya dapat berkomunikasi dengan Finn, tahanan Incarceron.

Buku ini dipinjamkan oleh salah seorang teman sekelasku, Hengky, saat ujian semester beberapa minggu lalu dan menumpuk di lemari buku ku. Meski Hengky berkata bahwa buku ini bagus, tapi aku tidak lantas membacanya, karena sejujurnya aku kurang suka membaca buku sains-fiksi yang diterjemahkan. Menurutku, jika penerjemah kurang pintar memilih kata, buku terjemahan sebagus apapun tidak akan begitu kelihatan menarik. Namun begitu aku buka halaman pertama dan membaca dengan seksama, aku menjadi tertarik membuka halamannya lagi dan lagi, walau harus aku akui kurasa ending dari Incarceron ini kurang begitu memuaskan. Tapi buku Incarceron ini aku rasa termasuk dalam sedikit buku sains-fiksi terjemahan yang kubaca dalam waktu yang relatif singkat. Penulisnya, Catherine Fisher, menyusun buku ini secara apik dalam lima bab besar dengan total 35 sub-bab didalamnya. Catherine Fisher sendiri mengawali karirnya sebagai penyair dan novelis sejak tahun 1988, karya-karyanya, dimana termasuk didalamnya puisi-puisi karyanya telah banyak memenangkan penghargaan-penghargaan.

Posted in: Book Review