3.10.2011 : My Magic Box

Posted on October 3, 2011

0


M E M O R I E S

camera: fujinon lens DL-190 ZOOM
photographer: Nazta Saari
EOS 550D 25mm ISO-3200 f/4 1/30sec.

Kali ini aku mau membahas kotak lainnya.. jengjengjengjengg~ loh kok gambarnya kamera sih bu? Fokusnya jangan ke kameranya, tapi kotak dibawah kamera. Itu dia kotak yang mau kita perbincangkan, my memory box.

Sebenarnya apa sih spesialnya kotak itu? Cuma kotak biru biasa. Yah mungkin agak luar biasa karena tampilannya yang seperti anyaman, tapi diluar itu nggak ada yang spesial deh. Yang spesial itu isinya..

Mama pernah bilang kalau Beliau heran dengan gelagatku. Aku suka sekali mengumpulkan ‘sampah’ dan kalau hilang sampahnya bisa ngambek seharian. Sederhananya, karena bagiku semua yang mungkin berada di tong sampah tidak selalu sampah. Penasaran apa isinya? Banyak. Tutup kotak dibuka, kita langsung akan melihat beberapa struk pembayaran yang mungkin sudah tidak asing lagi. Struk makan dan karcis bus transjakarta, lalu ada lagi tiket nonton ini-itu, surat-surat, manik-manik gelang yang sudah lepas, jepit rambut pink pemberian mama, kunci, badge sekolah, sampai botol minyak angin kecil pemberian teman SD-ku, Ezzy 7 tahun yang lalu semua kusimpan didalam kotak ini. Kalau mau aku ceritakan semuanya, tidak akan cukup satu posting. Makanya aku hanya bisa menceritakan beberapa saja.

Jepitan pink dari mama adalah benda kesukaanku. Memang sekarang sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah rusak. Aku mendapatkannya dipertengahan kelas 2 SMP. Saat itu aku belum mengenakan jilbab. Rambutku lurus panjang terurai dan tidak pernah dikuncir. Alasanku tidak menguncir rambutku adalah karena tidak diizinkan mama.  Mama senang dengan rambutku yang lurus panjang dan tidak mau rambutku bergelombang karena kunciran. Tapi aku suka iseng dan menguncirnya diam-diam dengan karet gelang asal. Karena kesal, suatu hari mama membawa pulang jepit pink ini. Aku awalnya tidak suka karena aku bukan perempuan berjiwa pink (?) tapi akhirnya kupakai juga karena aku mulai kegerahan dengan rambutku. Aku pakai, lama-lama aku jadi senang. Ini juga rasanya jepit pertamaku yang bewarna pink. Aku senang sampai tidak bisa terpisah dari jepit pink ini. Pernah suatu hari aku menunggu Kiza les di halaman bank tidak jauh dari sekolah kami, karena keasyikan mengobrol aku jadi lupa menaruh jepit rambutku dan pulang meninggalkannya di bangku halaman bank. Waktu aku sudah dekat dengan rumah, tiba-tiba aku teringat jepit ini dan menangis di angkot. Temanku, Devi menyarankanku untuk kembali ke bank. Dan ternyata jepit itu masih ada disana, alhamdulillah.. Aku selalu memakai jepit pink ini kemanapun kupergi sampai suatu hari jepitnya patah dan aku tidak bisa memakainya lagi. Karena sayang, akhirnya aku simpan. Kalau melihat jepit ini, aku jadi teringat beberapa kejadian yang serupa dengan yang tadi kuceritakan yang pernah terjadi.

Benda lainnya adalah botol minyak angin milik Ezzy. Aku ingat aku mendapatkannya sewaktu perpisahan sekolah dasar. Saat itu, mama dan papa tidak menemaniku menunggu pengumuman kelulusan (karena memang pengumuman kelulusan diumumkan saat perpisahan), aku hanya sendiri sedangkan anak-anak lainnya ditemani orangtua mereka. Papa saat itu sedang dinas di Kalimantan, beliau tetap mengontakku dan menanyaiku tentang kabar dan pengumumannya. Perpisahan dilakukan di puncak, tepatnya di Taman Bunga Nusantara. Pagi-pagi sekali selepas subuh kami berangkat dengan bus sekolah ke sana dan mulai bermain-main. Mungkin karena udara dingin, meski aku sudah mengenakan jaket tapit tetap saja dingin, karena itu aku mulai merasa pusing dan mual. Temanku Ezzy memberikan aku minyak angin mungil itu. Katanya aku bisa menyimpannya sampai acara selesai sambil sedikit mempromosikan kehebatan si minyak angin. Aku ingat aku mengantongkannya didalam kantong jaket jeansku. Rupanya kami tidak pulang bersama. Ezzy pulang dengan orangtuanya sedangkan aku pulang kembali dengan bus sekolah sendiri dengan beberapa anak lain yang orangtuanya tidak membawa kendaraan. Aku pulang dan lupa mengembalikan minyak angin Ezzy. Dulu sekali pernah aku mengontak Ezzy, ia terkejut aku masih menyimpan botol minyak angin itu. Aku akan selalu menyimpannya🙂 InsyaAllah.

Masih banyak cerita lainnya yang tersimpan dalam kotak itu. Lain kali, akan aku ceritakan satu persatu ceritanya🙂 Aku ada bonus sebuah foto Kiza yang kuambil semalam. kiza sangat senang dengan ‘pagar’ barunya (ceritanya bisa dibaca disini) dan aku merasa Kiza lebih cantik dengan behel birunya. Aku suka senyum Kiza. Aku sayang Kiza :*