Kiza dan Behelnya :)

Posted on October 1, 2011

0


Foto ‘gigi’ diatas diambil sekitar 4 atau 5 hari yang lalu. Kiza memang sudah lama mendambakan behel. Saking inginnya, hampir setiap hari Kiza menangih janji ini ke mama. Sekitar 3 minggu lalu, sewaktu aku, mama dan Om Aris (Om Aris dulunya anak buah papa, Beliau terkenal humoris dan selalu bisa mencairkan suasana, Beliau juga mendalami fotografi, untuk itulah kami bertemu) pergi ke Pasar Baru, disana, aku dan mama bercerita pada Om Aris betapa Kiza ingin pakai behel dan tanggapannya adalah “Bilangin ke Kiza, pasangnya ga usah didokter itu, kerumah Om aja, banyak pager beton tuh”. Well, kurang lebih seperti itu, dan itu cukup untuk membuat kami tertawa. Om Aris saat itu juga berniat ngeledek Kiza dengan mengiriminya pesan singkat😀

Akhirnya 4 atau 5 hari lalu, tibalah saat-saat yang Kiza tunggu, pemasangan behel. Kiza sengaja mengajakku ketempat dokternya yang berada didaerah Cikaret. Kami bertiga berangkat setelah sholat jum’at dan harus menunggu antrean. Kira-kira 6 pasien lagi. Akhirnya kami menunggu ditukang bubur tepat didepan dokter itu. Tempat praktek dokter itu berada tepat disebrang gerbang menuju kolam renang. Aku ingat sewaktu SMP dulu, setiap Jum’at aku ada pelajaran berenang disana. Jam 2 kami berangkat dari rumah, dan pulang dari kolam sekitar jam 4, tapi entah kenapa sampai dirumah pasti merapat ke waktu Maghrib. Aku ingat karena tidak bisa berenang, aku sering mencari-cari alasan untuk tidak ikut pelajaran itu.

Kembali ke pemasangan ‘pagar’ Kiza, sebenarnya nomer giliran Kiza tidak begitu lama, tapi kata dokter lebih baik Kiza belakangan, sebab pemasangan behel butuh waktu lebih banyak daripada pasien lain yang hanya ingin periksa. Akhirnya kami harus menunggu lagi. Kami tidak keberatan menunggu lebih lama, karena memang kami tidak ada rencana lagi malam itu. Lagipula tempat praktik dokter itu tidak membosankan walau hanya bisa menonton tv diruang tunggu.

Tiba saat pemasangan behel Kiza, akhirnya kami pun masuk keruang praktik. Gigi Kiza sudah dibersihkan, Kiza sudah harap-harap cemas dan tiba-tiba, blass! Lampu padam.

Hari itu Kiza tidak mendapatkan behel yang ia mau. Mama tidak mau memaksakan dokternya. Akhirnya kami membuat janji lagi, Sabtu pagi jam 11, ketika praktik dokternya tutup sepertinya lebih aman. Pagi ini tepatnya. Ya, Kiza sudah mendapatkan behelnya dan ia tidak berhenti melihat ke cermin.

Sewaktu kami pulang kemarin, Kiza belum sedih, tapi ditengah perjalanan, ia menjadi sedih lalu berkata: “Padahal udah voting tuh sama temen-temen mau pake karet warna apa.. Warna biru kata teman-teman” dan ia pun tertidur sampai rumah dengan kecewa. Foto gigi itu adalah cetakan gips gigi Kiza sebelum di behel, aku penasaran akan seperti apa giginya nanti😀

Tapi hari ini, ia mendapatkan behel dengan karet biru sesuai voting-annya🙂

Selamat Kiza😀

Posted in: My Journal