Untuk Ia, Pasangan Hidupku Kelak

Posted on September 24, 2011

0


Hari ini aku menghadiri sebuah pesta pernikahan putri kerabat mama. Kak Lulu, begitu biasa ia dipanggil. Pernikahan bernuansa islami itu begitu lekat dalam ingatanku dan menyimpan memory tersendiri untukku.

Beberapa bulan lalu, sempat terpikirkan olehku, alangkah baiknya aku jika memiliki suami seorang hafidz, seorang imam yang hafal serta mengerti Al-Qur’an. Aku benar-benar berharap aku akan mendapatkan imam seperti itu kelak. Menghadiri pernikahan itu, keinginanku semakin mantap. Suami Kak Lulu adalah seorang hafidz. Dalam pernikahannya pun Kak Lulu dipinang dengan mas kawin dan beberapa ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh suaminya setelah ijab kabul. Rasanya aku ingin suasana pernikahan seperti itu.

Tadinya aku berpikiran pasti senang rasanya dapat menikah ditempat yang memiliki kenangan tersendiri untukku, Balai Kartini. Namun sekarang, aku tidak begitu peduli dengan tempatnya, aku ingin sekali suasana damai, haru dan bahagia sebagaimana yang tadi kulihat. Aku bertanya-tanya dalam hati, akankah aku mengalami hal yang sama? Akankah suatu saat nanti ada seseorang yang menerimaku apa adanya, dapat mengimamiku dan membahagiakanku lahir dan bathin? Aku punya keyakinan pasti akan tiba waktuku suatu saat nanti. Setiap orang toh diciptakan berpasangan.

Aku hanya bisa berdoa semoga pasangan hidupku kelak adalah seorang hafidz, seorang ustadz, seorang yang dapat mengimamiku, menyayangi ibuku selayaknya ia menyayangi ibunya, membahagiakanku lahir dan bathin, membimbingku serta keluargaku, keluarga kami, agar selalu beriringan dijalan Allah swt, yang selalu dapat mengingatkanku akan Allah swt. aamiin.

Aku benar-benar menginginkan sebuah hal indah seperti itu dalam hidupku. Dan aku yakin suatu hari nanti hari indah itu akan tiba.

Posted in: My Journal