Kenangan Kecil

Posted on September 1, 2011

0


Lebaran hari kedua ini dilalui dengan mulus dan sangat melelahkan. Seperti yang sudah kami rencanakan, kami pergi ke beberapa rumah saudara di Depok dan Bogor. Awalnya kami bertamu kerumah adik dari nenek (ibunya mama). Disana kami tidak terlalu lama, hanya sebentar. Menikmati kue kering dan yogurt, melihat beberapa potong baju karena saudaraku ada yang berbisnis konveksi, lalu pulang. Aku senang ke rumah Nenek Neni. Sebab ia mirip dengan nenekku. Wajahnya serta tubuhnya yang hangat dan gempal membuatku nyaman. Nenekku meninggal sekitar 3 tahun lalu, rasanya sangat-sangat sedih kalau mengingatnya, karena akupun tergolong cucu yang dekat dengan nenek.

Setelah itu kami kerumah bibi kami, sepupu mama yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Nenek Neni. Kami kerumah Bi Dian, menengok paman kami yang sedang sakit. Hanya sebentar karena memang masih banyak rencana untuk hari ini. Kami pun pergi ke tempat saudara dari kakekku. Aku tidak begitu mengenal mereka karena memang kakek sudah meninggal jauh sebelum aku lahir. Aku hanya mengenal beberapa yang kebetulan pernah kami kunjungi. Suasana rumah di jalan Delima itu penuh sesak.  Sepertinya semua orang berkumpul disana dan makan-makan. Aku makan tidak banyak, hanya siomay lalu kami pulang tidak lama kemudian.

Kami memang langsung pulang untuk sholat dzuhur, tapi lalu kami melanjutkan perjalanan ke Bogor. Rumahku terletak diperbatasan Bogor dan Depok. Tidak heran kalau kami sebenarnya mudah saja berkunjung ke tempat saudara kami. Pertama-tama kami ke rumah nenek Titin. Disana kami bertemu tante Ii’ yang sudah menikah dan memiliki 3 orang anak. Anak yang lucu-lucu dan menggemaskan. Terutama si kecil Keandri. Sayang aku tidak mengambil fotonya sama sekali😦 Disana kami menikmati ikan rica-rica lezat :9 keluarga mamaku memang pintar masak, apalagi dari nenekku. Masakan Nenek Titin ini sangat-sangat lezat. Hampir tiap tahun aku merindukan masakan nenek🙂 Dari sana, kami menuju rumah terakhir hari ini, rumah nenek Ntin (nama mereka mirip). Rumah kecil yang juga tidka terlalu jauh ini pun menyimpan banyak kenangan. Kue-kue kering lezat selalu betebaran didalamnya.

Perjalanan hari ini benar-benar menyisakan kisah tersendiri bagiku. Sewaktu kecil, papa dan mama sering membawaku kerumah saudara dan berkumpul disana. Rumah Bi Dian misalnya. Aku ingat hampir setiap minggu kami kesana. Karena rumahnya tidak jauh dari rumah kami. Disana biasanya aku mandi dikamar mandi yang sangat luas dan menyelinap kebelakang dapur. Dimana dari pintu kecil itu kami bisa menembus bagian belakang rumah yang sempit dan gelap. Kamar terdepan rumah Bi Dian seingatku adalah temuan yang terseru. Karena kamar itu adalah kamar anak tertua Bi Dian, Kak Andri. Dulu kamarnya gelap sehingga aku takut tapi selalu menyimpan rasa penasaran. Sudah bertahun-tahun rasanya aku tidak kesana. Tidak ada perubahan yang terlalu menonjol, tapi kusadari diriku telah tumbuh sehingga rumah yang dulunya kuanggap sangat besar itu menjadi tidak begitu besar namun tetap nyaman dan teduh.

Rumah Nenek Titin memiliki kisah yang lain lagi. Rumah besar itu seingatku pernah ku tinggali untuk beberapa waktu. Aku ingat saat itu aku masih SD, rumah kami terkena banjir dan kami pun mengungsi disana. Aku ingat tante Ii’ memiliki koleksi komik yang sangat banyak dan memenuhi atas lemarinya. Setiap malam aku bertanya-tanya apakah aku bisa membaca salah satu komik itu? Dan kadang Tante Ii’ meminjamkanku sebuah komik untuk dibaca. Pagi harinya kami bersama-sama pergi mencari sarapan bubur. Aku ingat melalui lapangan kecil yang tidak kuingat lagi tempatnya sekarang. Disamping sebuah mini market kami membeli bubur bersama-sama. Saat aku kecil Tante Ii’ sering mengajakku pergi ke swalayan. Hari ini Kiza mendapatkan komik-komik dari Tante Ii’ yang sangat banyak. Kiza sangat senang mendapatkan semua komik yang sudah tua itu.

Rasanya benar-benar menyenangkan hari ini. Perjalanan hari ini seperti perjalanan lorong waktu dan ini sangat menyenangkan. Kalau mama tidak lelah, aku ingin sekali bisa seperti dulu lagi, berkunjung ke tempat saudara-saudara kami setiap minggunya.

Tidak banyak foto yang kuambil, tapi aku ingin memperkenalkan kalian kepada dua sepupu mungilku, Ridho dan Kesha, yang menemaniku dalam perjalanan lorong waktu ini. Keduanya sangat lucu dan cerdas🙂

Posted in: My Journal