Lebaran Hari Pertama

Posted on August 31, 2011

0


 

minal aidin walfaidzin

Selamat hari raya idul fitri.. mohon maaf lahir dan batin.. Bagaimana lebaran hari pertama (atau mungkin kedua bagi yang sudah berlebaran kemarin) ini?

Lebaran hari pertama ini sepi banget. Sepi, syahdu, sedih, rindu. Nggak banyak yang bisa aku bagi sekarang karena terlalu banyak perasaan yang tumpah didalam hatiku. Hanya saja rindu kepada papa semakin mendalam. Lebaran memang selalu mengingatkan tentang hal-hal syahdu yang terkadang membuat aku ingin menangis.

Tapi aku nggak bisa nangis. Aku bukan tipe orang yang bisa leluasa mengungkapkan isi hatiku, mengekspresikannya begitu saja apalagi didepan ibuku atau keluargaku. Ada rasa kecil dihatiku yang melarangku terlalu senang atau terlalu sedih dan menunjukkannya kepada keluargaku. Disamping itu untuk menangis aku pikir aku harus kuat. Karena sekarang akulah orang yang harus melindungi ibu dan adikku. Ibuku sering sekali menangis saat ingat papa, dan kalau aku menangis, kupikir siapa yang akan meminjamkan telapak tangannya untuk mengusap airmata ibuku nanti? Ini memang pikiran bodoh tapi aku memang orang yang seperti itu. Mungkin itulah yang menjadikan aku tidak terlalu leluasa dengan orang-orang disekitarku. Aku lebih memilih mendengarkan daripada menceritakan kisahku kepada teman-teman. Kadang aku cerita kepada mereka, tapi hal-hal tertentu yang menurutku sangat ringan saja yang aku bagi, sisanya? Biasanya aku simpan rapat-rapat atau mencari orang lain yang mau mendengarkan aku.

Sepanjang sore, aku menahan airmataku saja. Aku ingin menangis karena rindu dengan papa, tapi tidak bisa. Tidak didepan mama dan Kizza. Lebaran hari pertama berlalu dengan sangat-sangat sepi. Besok, rencananya kami akan pergi ke rumah sanak saudara dari kakek ibuku di Depok. Semoga hari kedua akan menyenangkan. Oh ya, Athar, keponakanku tersayang sekarang sudah sangat tembam dan pintar. Meski baru beberapa bulan, Athar sudah pandai merespon dan mengenali orang-orang disekitarnya. Matanya sangat indah. Cokelat terang dengan bulatan hitam ditengahnya sepertinya dilapisi perak atau sesuatu berwarna abu-abu transparan. Matanya menjadi sorotan utama saat melihat wajahnya. Karena mata Athar begitu besar dan indah, lucu sekali dengan pipi tembam dan putih yang membingkai wajahnya.

dan seperti yang sudah aku katakan, aku pakai baju yang kubeli beberapa tahun yang lalu, baju muslim ini masih cantik meskipun bukan baru🙂

Athar Ranma Putra

Posted in: My Journal