Melepas Rindu Bersama COLAPS

Posted on August 13, 2011

0


ki-ka: Nining, Hilda, Yustira, Kristy, Afi, Aku, Cintya, Rian, Nadhilah, Kekey, Ana Bawah: Nia, Imam, Dena, Lisa, Noer

Inilah, salah satu foto yang diambil di OT Ruko Graha Cibinong kemarin malam selepas berbuka. Walaupun tidak semua anggota COLAPS datang, tapi tetap saja rasanya menyenangkan. Bayangkan saja, walaupun satu restoran tidak penuh dengan kami tapi suara kami membahana kemana-mana. Kami saling melepas rindu. Saling memandang satu sama lain dan saling bercerita. Tidak banyak yang berubah diantara kami. Mungkin yang berubah hanya Debby yang biasanya berpenampilan sangan ‘cowok‘ sekarang sangat cantik. Dan mungkin Imam yang rambutnya sekarang gondrong hingga menyentuh pundak. Rasa rindu yang selama lebih dari satu tahun terpendam keluar begitu saja. Tapi untukku, rasa rindu itu malah semakin besar. Aku ingin sekali menghabiskan waktu yang banyak dengan mereka lagi. Aku ingin kembali seperti masa dulu..

Minus Cindy, Deasy, Icha, Rizky, Shera, Nevita, Tamara, Lia, dan Rian Kartiwa, kami ber-20 datang ke acara sore kemarin. Aku dan orang-orang inti yang merencanakan acara ini justru datang agak terlambat. Waktu aku dan beberapa teman datang, di OT sudah ada beberapa anak yang menunggu kami. Kami langsung berhamburan saling peluk satu sama lain. Lalu saling berbincang sambil menunggu teman kami, Lisa, Kristy, dan Cintya yang belum datang. Rupanya ketiga teman kami itu datang terlambat sesaat setelah adzan maghrib berkumandang. Setelah berbuka, kami pun sholat berjamaah. Diimami oleh Imam, kami pun sholat. Lalu melanjutkan perbincangan kami sebentar dan memutuskan untuk pulang. Tapi bahkan sudah berada di luar restoranpun kami masih tetap bersama-sama. Berfoto dan saling bercanda. Mungkin baru jam 8 kami memutuskan meninggalkan tempat itu. Rasanya sangat menyenangkan dan sangat-sangat-sangat indah. Waktu sampai dirumah dan melihat foto-foto yang didapat dari kamera Ida, aku rasanya sedih sekali. Aku tidak ingin berpisah dengan mereka, ingin terus saja begitu. Aku jadi semakin rindu dengan mereka.

Aku sangat sayang pada mereka. COLAPS, adalah keluarga keduaku dimana aku bisa merasa nyaman dan merasa terlindungi. Aku ingat aku tidak pandai berolahraga dan merekalah yang dengan sabar membimbingku. Walaupun tidak semua dari kami sangat dekat sekali satu-sama lain tapi kami tahu bahwa siapapun dia, dia bisa diandalkan setidaknya untuk membuat hati yang sedih merasa senang. Aku ingat orang pertama yang aku hubungi ketika papa meninggal adalah Ana. Padahal saat itu aku tidak terlalu dekat dengan Ana. Dekat namun tidak dekat. Tahu kan? Tidak pernah bertengkar, seperti itu. Mereka semua menerima bahkan ikut membela aku dengan skoliosisku yang aneh. Kami saling mengerti dan menerima, yang aku selalu berdoa untuk berlangsung selamanya.

Banyak sekali foto yang kami ambil. Sangat banyak! Dengan orang yang dapat membuatku nyaman, biasanya aku mau dan bisa berfoto banyak sekali. Sering kali aku tidak mau diambil fotonya, karena mungkin aku tidak nyaman dengan orang-orang disekitarku, tapi tidak pernah dengan COLAPS. Aku bisa melakukan apapun dan bergaya seperti apapun dengan mereka. Aku selalu menerima saja foto-foto dengan wajah anehku tanpa menghapus satupun dari mereka. Karena mereka keluargaku. Keluarga besarku. Mengutip kata Afi “one big family” dan memang seperti itu. Terkadang kami marah dan tenggelam dalam kesedihan. Terkadang kami tidak menegur untuk waktu lama atau membentak. Itu biasa. Tapi dibalik itu semua kami menyimpan sayang dan toleransi. Kami menyimpan rasa rindu yang terdalam dan kasih. Kata maaf tidak pernah malu kami ucapkan saat kami salah. Kami bukanlah hal yang sempurna. Aku tidak bisa menyebutnya persahabatan karena kami lebih dari itu, aku tahu. Tapi setidaknya, COLAPS adalah tempat aku mencari sandaran selain mama dan adikku. Hartaku, keluargaku. Setidaknya COLAPS, kami semua sempurna dimataku.

Aku sangat merindukan mereka. Aku sangat sangat merindukan mereka. Aku tidak memuja mereka karena mereka merangkulku kedalam mereka. Aku ingat betapa kami saling mendukung dan membantu satu sama lain. Inilah yang kurindukan.

Pictures were taken by Ida
please appreciate copyright
Posted in: My Journal