Merenung Dari ‘Kata Orang’

Posted on July 11, 2011

2


Sebentar lagi puasa dan ini adalah postingan pertama setelah lama menghilang😀. Sudah persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan? Bagi yang belum ‘nambal’ puasanya jangan lupa ditambal. Postingan pertama dibulan Juli mau berbagi renungan diri nih..

“Be yourself, everyone else is already taken”

Pernah dengar kalimat barusan? Kalimat itu adalah inspirational quotes Oscar Wilde yang aku temukan di Goodreads. Entah kenapa, agaknya sepele dan biasa aja ya, tapi entah mengapa pula, aku setuju dengan kalimat itu. Jadi diri sendiri. Emang sih kayaknya udah sering banget kita denger kata-kata itu. Kadang justru kita tidak mengenal diri kita sendiri loh.

Mama pernah berkata bahwa, aku ini cantik sebagaimana aku. Aku ini cantik dengan scoliosis, aku ini cantik dengan kulitku yang tidak bisa dibilang putih. Meski begitu, definisi cantik untuk tiap orang berbeda, dan aku merasa kurang puas dengan apa yang dikatakan mama. Tapi lalu, mama berkata bahwa setiap orang itu berbeda. Bukan hanya definisi tentang cantiknya yang berbeda, tapi tapi juga bentuk tubuhnya, otak dan pemikirannya, tutur katanya, dari yang terlihat sampai tidak terlihat. Itulah mengapa kita harus mensyukuri apa yang ada dalam diri kita. Apa yang kita miliki, belum tentu dimiliki oranglain. Siapa yang bisa menjamin kita ini adalah orang ternelangsa sehingga patut dikasihani? Pernah dengar diatas langit masih ada langit? Itu berarti dibawah langit masih ada langit pula. Lagipula, kita tidak boleh selalu memikirkan kelemahan yang kita miliki, karena disetiap kelemahan pasti ada kelebihan, begitu pula sebaliknya. Bisa nggak maju-maju kalau mikirnya selalu negatif, kan?

Dengan contoh aku yang mengeluhkan diriku, itu berarti aku tidak mengenal diriku sendiri. Itulah yang menjadikan aku tidak seutuhnya menjadi diriku sendiri. Tapi jujur aja, aku sendiri sering merasa nggak PD, takut salah dan merasa berbeda banget, diomongin dan di-scan-in orang. Itu yang bikin aku minder dan pemikiran seperti itulah yang seharusnya ‘aku’ hilangkan. Jadilah dirimu sendiri, dengan menghargai dan mensyukuri apapun yang ada didalam dirimu. Jangan mengeluh. Pernah dengar kan, kalau Allah akan memberikan lebih bagi umatnya yang bersyukur? Nah itu dia maksudku!

Karena merasa kurang puas (sebagai bentuk mencari kepuasan diri :P) dengan akun twitter lamaku, aku terpaksa membuat akun twitter baru. Disini aku follow siapa saja yang memiliki kata-kata penuh semangat, lucu dan menyebarkan informasi. Aku follow akun-akun pengusaha yang tidak pelit berbagi tips sukses, dan kata-kata yang membangkitkan semangat. Salah satunya adalah @ranggaumara, pendiri sekaligus pemilik Pecel Lele Lela yang sukanya men-twit hal-hal yang aku butuhkan yang tidak ada di akun twitter lamaku.

Sejak kemarin, twit @ranggaumara berhasil membuat aku terperangah. Aku sempat heran tapi nyimak juga twitnya tentang ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sampai twit-twitnya yang ini:

Yang paling atas itu sudah ribuan kali aku dengar dari mama dan teman-temanku. Tapi aku masih belum mengerti. Sampai aku ingat kata temanku bahwa kita tidak perlu menjadi anak kecil untuk melawan anak kecil, tidak perlu menjadi penjahat untuk berhadapan dengan penjahat, kita hanya perlu mengerti. Untuk mereka yang merendahkan, menghina, dan menganggap perbedaan kita adalah suatu kesalahan, itu hanya karena mereka tidak mengerti apapun tentang kita.

“Peduli amat apa kata orang, kita nggak ngerugiin dia ini” itu kata kasarnya ya😀

Dalam twitnya, beliau juga bilang :

Mempelajari Kehebatan orang lain jauh lebih bermanfaat daripada membicarakan kelemahan orang lain  — @ranggaumara

Bener nggak tuh? Aku sih setuju, ada yang lain yang serupa juga yang aku dapat dari Goodreads.

“Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people.”
— Eleanor Roosevelt
Jadi, jangan khawatir kalau dirimu berbeda dari yang lain, kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan! (selama itu masih dijalur positif) Jangan terlalu pikirkan kata orang, tersenyumlah saat mereka membicarakanmu, karena senyum itu akan menguatkan dirimu.
Sebuah kalimat penutup yang aku bagi untuk menjadi renungan bagi diri kita:
“Knowing yourself is the beginning of all wisdom”
— Aristotle
Semoga postingan ini bermanfaat ya, lemayan kan buat perbekalan ‘sampingan’ menuju bulan suci Ramadhan, buat renungan diri.  Kan yang utama teh mendekatkan diri ke Allah swt. Nah, insyaAllah, mulai dari post ini aku pun mau memperbaiki diriku..
“Barang siapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, merugilah dia. Jika hari ini lebih buruk dari kemarin, dia celaka.Dan beruntunglah bila hari ini lebih baik dari kemarin.” (HR Bukhari)