Cerita Singkat Dari Rumah Mungil

Posted on June 18, 2011

0


Tebak sedang ada dimana dan apa yang aku kerjakan sekarang? (pertanyaan yang bodoh karena tentu saja tidak ada pembaca yang akan tahu)

Aku sedang berada di rumah nenekku sekarang. Dibalik pilar-pilar emas kota Jakarta, dibalik gedung-gedung kaca, dibalik gemerlap bintang yang berjatuhan di ibu kota. Tapi rumah nenekku tidak berada dibagian yang disinari banyak cahaya. Tidak ditempat sunyi yang dipenuhi bangunan megah. Memang ada banyak cahaya disini, tapi berbeda dari yang kebanyakan dilihat ditelevisi. Rumah nenekku terletak diantara ratusan (agak berlebihan tapi memang ada banyak sekali rumah didaerah ini) rumah kecil di lingkungan padat penduduk.

Nenekku sudah meninggal beberapa tahun lalu, sekitar dua tahun lalu, tapi rumah ini masih ‘hidup’. Didalam rumah kecil ini ada setidaknya 3 keluarga yang tinggal bersama. Bisa bayangkan betapa penuhnya rumah ini. Rumah ini tidak punya halaman sama sekali, bahkan ruang untuk selonjoran. Tapi didalamnya selalu penuh dan itu membuatku ceria.

Rumah kami terlalu sepi. Sejak papa meninggal tahun lalu, rumah makin sepi karena kami hanya tinggal bertiga dan kami semua sibuk. Mama selalu bekerja hingga selalu terlalu letih untuk diajak kemana-mana. Adikku memang ada dirumah tapi kami jarang menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang. Ia selalu punya ‘mainan’ sendiri.

Rumah ini, rumah nenekku, memang tidak selalu penuh, tapi aku senang disini.

Bibi-bibiku tidak bekerja. Mereka berada di rumah sepanjang waktu mengurusi anak-anak mereka dan terkadang bekerja bersama tumpukkan jilbab dan celana jeans, membersihkan mereka dari benang-benang liar. Upahnya tidak banyak. Hanya sekitar 2500 per kodi. Aku rasa itu bukan upah yang seimbang dengan banyaknya benang-benang itu dan lamanya mengerjakan semua itu. Tapi memang bekerja itu tidak mudah. Apalagi di kota besar seperti Jakarta. Mama bilang diluar sana banyak orang yang tidak seberuntung kita. Dan apapun yang didapat harus selalu disyukuri. Belum tentu orang lain mendapatkan apa yang kau dapat.

Aku hanya berbagi cerita kecil mengenai kebahagiaan. Walaupun rumah kecil ini dipenuhi orang hingga tidak dapat bersantai, tapi kebahagiaan selalu terselip didalamnya. Yang sebenarnya ingin aku sampaikan adalah, bersyukurlah atas apapun yang kau miliki. Dan sebenarnya, kebahagiaan itu selalu ada dalam bentuk yang tidak terduga.

Aku baru saja menonton cerita Cinderella dalam judul berbeda dan aku rasa cerita itu sedikit banyak menginspirasiku🙂

Posted in: Heart and Others