Putri Cantik dan Nada Cinta

Posted on February 13, 2011

0


Suruh siapa kau kesini?
Melihat tawa dalam bukit bertabur dusta,
Sang putri cantik tersenyum.
Bukan gerangan si pemuda tampan yang membawanya kesini.
Tapi alunan nada selembut sutra
Semanis madu
Seindah pelangi yang membawanya kesini.

“JANGAN DENGAR!”

Putri Cantik terenyak.
Sebuah melodi indah tetap ada dalam kepalanya.

“JANGAN DENGAR!”
Jerit suara itu lebih keras dan putri cantik terengah, terdiam
“DIA DUSTA! DIA MENYAKITKAN!”

Suruh siapa kau kesini?
Melihat tawa dalam bukit bertabur dusta,
Dimana belatimu?
Puisi kecil dan nada terlantun merdu dalam dekapan cermin kaca.
Putri cantik terenyak.
Dirinya disana begitu sakit
Dirinya disana begitu pedih penuh luka

Dirinya disana tersenyum dan bertanya.

“Suruh siapa kau kesini?”
Putri cantik terdiam tak punya jawab

“Kau benar dengan kesini”
Putri cantik mengerutkan dahi tidak percaya

“Apakah itu cantik?”
“Apakah itu cantik?
Tentu saja”
“Apakah itu manis?”
“Apakah itu manis?
Tentu saja”
“Dan apakah itu menyakitkan?”

bayangan itu terdiam

“Suruh siapa kau datang kemari?”
Putri cantik terdiam,
“Hatimukah yang menyuruhmu datang kemari?”
Putri cantik terdiam,
“Hatimukah yang membawamu melangkah kemari?”
Putri cantik terdiam,
“Atau nada itu yang menulikanmu?
Putri cantik terdiam,
“Kalau itulah yang membawamu kemari, itulah yang harus kau rasakan
ini adalah benar
ini adalah murni
ini adalah mulia
ini adalah senja
ini adalah terakhir
dan ini adalah hati
sebuah nada cinta”