lorong

Posted on January 10, 2011

2


ketika ku terjaga dari tidur panjangku
aku mendapati diriku dalam sebuah lorong panjang
yang gelap, dingin, basah
dan aku tidak tahu, seberapa panjangnya lorong itu

aku dapat tahu aku berada didalam sebuah lorong
manakala aku terbangun,
dan tak ada yang lain disana kecuali gelap dan dua buah sinar disisi saling berlawanan

aku dapat tahu lorong itu gelap, dingin dan basah
manakala aku berjalan
dan semakin lama semakin menggigil yang kurasa.
dan perlahan dapat kudengar cipak air menggema dari kakiku,
seolah mereka memanggil namak

aku tidak tahu seberapa panjang lorong itu
manakala aku mulai ketakutan dan mulai mengejar cahaya cahaya itu,
dan mereka semakin menjauh

tak ada yang lain yang kurasa selain dingin, sepi dan takut
aku tidak ingin menjadi bagian dari lorong ini,
tapi aku disini, menjadi bagian dari mereka
aku tidak ingin merasa dingin, sepi dan takut.
aku rindukan kehangatan, cinta dan kasih sayang.

tidak ada yang dapat kulakukan disini,
tapi tubuhku selalu bergerak mencari dan mencari
mencari sebuah saja, cahaya untuk diriku.
aku rasa ini mimpi, tapi begitu aku mencoba tidur dan terbangun lagi,
aku masih berada disini

disebuah lorong panjang
yang gelap dingin dan basah
dan tubuhku terus bergerak, mencari dan mencari
mencari sebuah saja, cahaya untuk diriku
sementara basah itu terus menggemakan namaku,
hingga waktu yang tak dapat kujelaskan.

10 januari 2011
dalam lorong,

nazta