Aku dan Tangis

Posted on September 30, 2010

3


oleh: Nazta Saari

Sejauh yang kudapat bayangmu.
Adalah hitam dan gelap malam..

Tangisku tak lagi ada,
Suaraku tak lagi terdengar..
Bahkan untuk sekedar tertawa pun aku tak lagi sanggup..

Kau tahu aku, Aku tahu kau
Menjerit pun kutau kau takkan kembali.

Kalaupun aku terdiam, bukan untuk sementara..
Tapi sejenak yang benar benar sejenak.
Karena tiap kali aku terdiam, aku teringat dirimu..

Kau mungkin tidak tahu,
Tapi, Ya!
Disini aku ingin menangis.
Aku ingin menjerit memanggilmu kembali.
Aku ingin kau kembali.
Kembali.

Aku ingin menangis, memelukmu, melihatmu.
Aku ingin merasakan hangatnya genggaman tanganmu lagi.
Aku ingin menangis, menangis, menangis..

Tapi kemudian aku melihatnya.
Lalu hatiku tergetar..
Pikiranku melayang..
Mataku terbuka..

Kalau saja aku berani menangis didepannya, maka apa yang akan terjadi padanya?
Apa aku tega membiarkannya melihatku menangis?
Apa aku bisa melihatnya menangis?
Yang bisa kulakukan hanya menyimpan tangis itu,
Dengan tega, dalam hatiku yang terdalam