Puisi Lama dan Kekasih

Posted on September 19, 2010

3


Puisi Lama dan Kekasih

oleh: Nazta Saari

Kekasih,
Tulis secarik surat untukmu

Betapa rindunya hati kepadamu,
betapa tak bisa lagi hati menahannya.

Berapa lama hati harus duduk diam?
Berapa lama lagi hati harus menunggu?
bukankah menunggu itu meletihkan?
Bukankah kaupun tak suka menunggu?

Diujung mawar kau bilang kau akan menunggu,
tapi hati tak dapat menemukanmu
Padahal hati sudah terluka.
Tertusuk duri-duri mawar

Kekasih,
Tulis secarik surat untukmu

Sebait puisi kupersembahkan untukmu.
Puisi lama,
Bait lama,
Kata-kata lama,
yang berulang kali telah kau dengar.

Kekasih,
taukah kau hati telah lama menggantimu?
Tapi ia tidak bisa, ia tidak terbiasa..
Maka hati menggantinya lagi, menjadi sebait yang dipersembahkan.

Kekasih,
Puisi lama itu adalah sayang.
Puisi lama itu adalah hati.
Hati menunggumu, kembali, atau pergi.
Tapi kau selalu diam

Kekasih,
kini puisi itu telah sepenuhnya terganti,
bukan lagi sebait, bukan lagi sayang.
Tapi bukan benci, bukan akhir
Puisi lama tetap puisi lama.
Hati menyimpannya dalam hati