Hujan di Ramadhan 2009

Posted on September 19, 2010

0


Hujan di Ramadhan 2009

oleh Nazta Saari
Hujan itu membuatku tersenyum ya Allah.

Hujan..
Saat tetesannya jatuh membasahi bumi, saat mereka bersatu menjadi kubangan dan terdengar suaru kecipak diantaranya.
Membuat diriku merasa ditemani ya Allah.
Karena diriku yang dulu selalu merasa kesepian, selalu merasa tidak berkawan, dan merasa akulah yang paling tidak pantas.
Tapi lalu semuanya berubah. Begitu cepat sampai aku bahkan tidak bisa menjelaskan detilnya.
ya Allah, Engkau maha tahu, apa yang membuatnya berubah.
Hujan di Ramadhan 2009.
Seumur hidupku, baru kali itu aku melihatnya menangis.
Seumur hidupku, baru kali itu aku merasa betapa ada seseorang yang mencintai aku sepenuhnya.
Menyayangi aku, mencoba mendekatiku, walau kadang aku seperti tidak ingin didekati.
Setelahnya aku tahu, kalau aku tidak sendiri..
Tapi aku masih dalam kebodohanku, ya Allah.
Engkau tahu apa yang kulakukan setelahnya justru membuat diriku menjauh darinya.
ya Allah, betapa aku ingin mendekatinya sekarang, tapi tidak bisa.
Betapa aku ingin memeluknya dan berucap sayang padanya.
Betapa aku rindu tapi kini tak dapat lagi aku melihatnya, menyentuhnya, apalagi berbicara padanya.
ya Allah, maafkan aku.
Aku telah menjadi orang yang menyianyiakan kesempatanku.
Kembali Kau ingatkan aku dengan hujan itu, ya Allah.
Aku ingin menyimpannya dalam hatiku.
Kembali Kau ingatkan aku tidak lagi sendiri ya Allah, dengan segala yang Kau tunjukan kepadaku.
Segala yang kupunya dan tidak mereka miliki. Segala yang aku tidak pernah syukuri tapi mereka sangat syukuri.
Maafkan aku ya Allah, karena aku telah lama lalai.
ya Allah, hujan di Ramadhan 2009, akan selalu kuingat, betapa ia sayang padaku, betapa aku akan selalu menyayanginya.
Betapa Kau menyayangiku, betapa Kau menyayangi ia.