Uptown Girls

Posted on September 6, 2010

0


Kali ini aku mau bagi bagi sinopsis film kesukaanku yang aku tonton 2 tahun lalu (sekitar 2008). Rada telat nih nontonnya, apalagi ngepost-nya. Tapi buat yang belum nonton film ini, ini bisa jadi rekomendasi buat kalian. Check this out~!


UPTOWN GIRLS (2003)
Directed by : Boaz Yakin
Produced by : Fisher Steven
Cast : Brittany Murphy, Dakota Fanning, Marley Shelton, Donald Faison, Jesse Spencer, Heater Locklear

Langsung ke sinopsisnya ya, Molly Gun (Brittany Murphy) seorang anak Rockstar ternama yang meninggal akibat kecelakaan pesawat. Sebenarnya Tommy Gun (ayah Molly) menyisakan banyak harta untuk Molly, sayangnya, baru diketahui bahwa asisten ayahnya menggelapkan uang Molly. Molly yang ceria dan selalu riang pun secara otomatis jadi miskin dan nggak punya rumah. Beruntung Molly punya sahabat yang baik seperti Inggrid (Marley Shelton) yang mau nampung Molly, dengan syarat Molly harus cari pekerjaan.

Itulah yang bikin Molly akhirnya menjadi nany Rae, seorang anak berusia 8 tahun yang dewasa banget (melebihi Molly). Rae sangat tertib, bersih, dan kaku. Bertentangan banget sama karakter Molly. Ayah Rae koma dan menjalani perawatan dirumah sedangkan ibunya super sibuk. Rae tumbuh menjadi anak menyebalkan yang selalu menekan emosinya. Sedih juga sih jadi Rae, buat ngungkapin rasa sayangnya ke orangtuanya aja Rae mesti nahan-nahan ;(. Datengnya Molly dikehidupan Rae bikin Rae frustasi berat. Rae yang pemurung selalu berantem saat Molly dateng. Niat Molly sih baik, Molly mau ngajarin gimana cara bersenang-senang dan hidup sebagaimana mestinya (baca: selayaknya umur Rae) ke Rae, tapi sayangnya Rae nggak suka cara Molly ngungkapin semua itu, dan pada awalnya Rae bahkan benci dan mau mecat Molly (seperti nanny Rae sebelum-sebelumnya).

Sibuk dengan Rae bukan berarti Molly nggak bisa sibuk dengan dunianya sendiri. Molly tergila-gila dengan Neal Fox (Jesse Spencer), cowok charming yang nyanyi di acara ulangtahunnya. Molly jadi deket banget sama Neal. Kedekatan ini yang bikin Inggrid dan Molly sempat bersitegang. Inggrid takut kalau-kalau Molly menghancurkan masa depannya (yang memang diambang kehancuran mengingat Molly udah nggak punya apa-apa selain gitar-gitar ayahnya). Akhirnya Molly pindah ke apartement temannya yang lain Huey (Donald Faison). Nggak bertahan lama hubungan Molly dan Neal, mereka harus putus. Neal mau melanjutkan karirnya dibidang musik (alasan lainnya yang aku liat sih kayaknya Neal marah deh jaketnya rusak). Molly patah hati banget. Terlebih karena udahannya, Neal jadi penyanyi yang sukses, bahkan dengan hits yang Neal tulis dengan bantuan Molly. Tapi akhirnya Molly sadar untuk bangkit. Dengan bantuan dua sahabatnya, Inggrid dan Huey, Molly kembali menjadi nanny yang baik, ditambah lagi keinginan Molly yang kuat buat meninggalkan kehidupan lampaunya yang serba gemerlap.

Molly pengen banget jadi nanny yang baik buat Rae. Makanya sekali lagi Molly mencoba membuka mata hati Rae, kalau Rae sudah sepatutnya menjalani hidup sebagaimana mestinnya. Molly pun membawa Rae ke Coney Island. Disana, Molly bercerita tentang kehidupannya dan orangtuanya. Molly juga bercerita gimana ayahnya meninggal dunia. Diakhir cerita, Molly nyaranin Rae buat coba ngomong ke ayahnya. Karena walaupun dalam keadaan koma, ayahnya pasti bisa mendengar Rae dan itu bisa menjadi penyemangat buat ayahnya untuk bertahan hidup. Akhirnya Rae pun bicara kepada ayahnya. Untuk pertama kali dia masuk kedalam kamar rawat ayahnya. Tapi esok harinya Rae malah mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal.

Rae sedih bukan main. Ia menganggap semua yang dikatakan Molly adalah bohong dan Rae pun pergi melarikan diri. Molly menemukan Rae di Coney Island duduk sendirian.

Dipenghujung film yang cukup menguras air mata ini, Molly akhirnya bertekad untuk membenahi hidupnya. Molly bahkan mau melanjutkan pendidikannya dibidang desain.

Tagged: ,
Posted in: Movie